Workshop Penguatan Karakter Berbasis Mindset Change Bersama Lembaga Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) Kota Yogyakarta


Share berita ini melalui :
Diterbitkan pada : Sep 7, 2022 - 15:13 Wib
Workshop Penguatan Karakter Berbasis Mindset Change Bersama Lembaga Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) Kota Yogyakarta

Yogyakarta, (7 September 2022) SMK Tamansiswa Jetis Yogyakarta menggelar Workshop Penguatan Karakter Berbasis Mindset Change. Acara ini dikuti oleh bapak ibu pamong SMK Tamansiswa Jetis Yogyakarta. Kegiatan tersebut merupakan salah satu bagian dari serangkaian kegiatan yang harus dilaksanakan oleh SMK Pusat Keunggulan. Di tahun 2022, SMK Tamansiswa Jetis Yogyakarta mendapat kepercayaan menjadi SMK Pusat Keunggulan.

Workshop tersebut juga dihadiri oleh Bapak Sarmidi, M.Si selaku leader GSM Kota Yogyakarta beserta narasumber lain seperti Ibu Endang Sri Werdiningsih, S.Pd, Ibu Lily Halim, M.Pd ada juga Ibu Ammah Shofiyati, S.Pd dan juga Ibu Ramdhani Asri Hayati. Acara diawali dengan berdoa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjut dengan Hymne Tamansiswa. Bapak ibu pamong SMK Tamansiswa bernyanyi dengan khidmat.

Kegiatan Workshop Penguatan Karakter Berbasis Mindset Change dibuka oleh Ibu Kristiyani, M.Pd selaku kepala sekolah. Dalam sambutannya beliau mengatakan jika bapak ibu pamong harus bersyukur atas nikmat apapun yang sudah diterima. Beliau mengajak bapak ibu pamong untuk memulai dari diri sendiri bagaimana menyenangkan diri sendiri dan menyenangkan untuk peserta didik.

“Saya berharap dengan adanya workshop ini dapat mengubah pola pikir guru dan bisa berbagi ilmu yang didapatkan hari ini kepada anak-anak nantinya. Kita harus senang dulu kemudian menyenangkan anak. Seperti saat kita di Indomaret, ketika kita akan masuk mereka akan menyapa dan memberikan senyum kepada kita lalu diakhir nanti akan mengucapkan terima kasih,”. Kata Ibu Kristiyani, M.Pd

Dibersamai oleh Bapak Sarmidi, M.Si selaku leader dari GSM Kota Yogyakarta kesempatan yang sangat berharga tersebut dimanfaatkan oleh bapak ibu pamong semaksimal mungkin dalam menimba ilmu dalam kegiatan workshop. Menurut beliau, bapak ibu pamong harus bisa menyentuh hati para peserta didik agar dapat menciptakan hubungan yang baik sebelum memulai pembelajaran.

“GSM hadir untuk memberikan pencerahan bagaimana mendidik manusia, memanusiakan manusia dan memerdekakan manusia sesuai kehendak dalam artian memberikan kebebasan. Guru harus bisa memotivasi dan memfasilitasi apa yang dibutuhkan anak terkait dengan belajar,” Ujar Bapak sarmidi, M.Si

Beliau juga menyampaikan Gerakan Sekolah Menyenangkan adalah gerakan akar rumput yang bertujuan untuk membangun kesadaran guru, kepala sekolah, dan juga warga sekolah. selain itu juga guna menjadikan sekolah itu sebagai rumah kedua yang harus nyaman untuk mewujudkan pendidikan yang lebih memanusiakan dan memerdekakan manusia.

Narasumber lain dari GSM Kota Yogyakarta, Ibu Ramdhani Asri Hayati mengatakan jika mengajar dan belajar itu harus menyenangkan. Bapak ibu pamong mengajar dengan senang dan anak siswa belajar dengan senang hati pula. Guru harus bisa mengembalikan semangat belajar sesuai ajaran Ki Hadjar Dewantara.

Perubahan mindset bertujuan untuk menyamakan persepsi antara guru, siswa serta orang tua siswa agar terhubung rasa dalam pembiasaan dan pembentukan karakter siswa, juga hubungan siswa dengan orang tua juga gurunya.

Kesuksesan dalam pendidikan merupakan hasil kolaborasi yang saling mendukung satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu, dalam pembentukan siswa yang berkarakter dan berakhlak mulia tentu harus kita maksimalkan dalam mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.