Tentang Desain Komunikasi Visual (DKV)
Mengeksplorasi konsep komunikasi dan ekspresi kreatif menggunakan elemen visual dalam menyampaikan pesan untuk tujuan tertentu.
Kurikulum DKV SMK Tamansiswa Jetis
SKETSA & ILUSTRASI
Siswa belajar membuat sketsa sebagai tahapan awal perancangan gambar, mulai dari mengenal garis, bentuk, proporsi, perspektif, hingga teknik arsiran. Selain itu, siswa juga mempelajari nirmana dwimatra (2D) untuk memahami unsur dan prinsip desain seperti titik, garis, bidang, bentuk, tekstur, keseimbangan, irama, dan komposisi. Pembelajaran kemudian berkembang ke pembuatan ilustrasi berbagai objek, seperti hewan, tumbuhan, manusia, benda, serta lingkungan sekitar.
BRANDING KREATIF
Membekali siswa/murid kemampuan menganalisis brief untuk memecahkan masalah komunikasi melalui solusi visual yang tepat. Proses belajar dimulai dari riset konsep, perumusan filosofi, hingga penciptaan logo dari sketsa manual menjadi aset vektor. Seluruh elemen identitas (tipografi, warna, dan supergraphics) kemudian diorganisasi ke dalam dokumen panduan (Brand Guideline /GSM) dan diaplikasikan pada berbagai mockup produk. Melalui materi ini, siswa tidak hanya dilatih membuat aset visual, tetapi juga diasah berpikir strategis saat melakukan presentasi konsep (pitching).
FOTOGRAFI & VIDEOGRAFI
Mengoperasikan perangkat rekam audio visual atau kamera mulai dari pengoperasian berbasis smartphone hingga peralatan profesional standar industri. Pemahaman tentang pencahayaan meliputi sudut arah datang cahaya, karakter dan sifat cahaya. Pada materi ini siswa/murid didorong tidak sekadar terampil secara teknis, tetapi juga cerdas dalam penyampaian gagasan/ide.
PRINT MAKING
Memberikan pengalaman siswa/murid dalam produksi karya secara konkrit. Siswa/murid didorong untuk membuat dummy atau prototipe sebagai karya turunan dari karya cipta desain. Membangun portofolio lintas mata pelajaran untuk menciptakan budaya pengarsipan karya.
KECERDASAN ARTIFISIAL (AI)
Siswa/murid melakukan pemanfaatan teknologi AI sebagai media aktualisasi terhadap tren industri terkini, di bawah pengawasan ketat guru.
Seluruh mata pelajaran dibuat saling berkesinambungan, metode pembelajaran berjenjang dengan hasil akhir portofolio building untuk setiap individu siswa/murid.
Mengapa DKV SMK Tamansiswa Jetis
1. Bisa memulai karir kreatif sejak sekolah
Kami mendorong siswa/murid untuk belajar berpenghasilan sendiri atau mandiri secara finansial. Di era teknologi informasi saat ini segalanya menjadi serba mungkin. Membangun portofolio, meninggalakan jejak digital positif, dan berupaya aktif menjemput pasar baik lokal maupun global.
2. Menciptakan ekosistem pembelajaran ala Industri
Etos kerja ala Industri dikenalkan lebih dini. Para siswa/murid wajib membiasakan diri memiliki budaya kerja standar industri. Kedisiplinan dan berorientasi pada hasil kerja (bukan hanya nilai rapor sekolah) menjadi parameter utama dalam pembelajaran.