Workshop Merancang Pembelajaran Berbasis Project Riil- Penyusunan Program Pembelajaran Berbasis Industri-
Share berita ini melalui :
Program SMK Pusat Keunggulan terus dilakukan oleh SMK Tamaniswa Jetis Yogyakarta yang dipimpin Ibu Kristiyani, M.Pd. Program kerja kali dengan tema Workshop Merancang Pembelajaran Berbasir Project Riil “Penyusunan Program Pembelajaran Berbasis Industri” dengan peserta bapak ibu pamong guru produktif. Workshop tersebut dilaksanakan selama 2 hari dimulai sejak Kamis, 22/09/22.
Kegiatan workshop merancang pembelajaran berbasis project riil turut dihadiri oleh Bapak Drs. Fx. Supriyono, M.Ds dari BBPPMPV dan juga Bapak Al Fitri Muhammad Zacky dari PT Kampoong Master Indonesia.
Ibu Kristiyani, M.Pd selaku kepala sekolah menyampaikan jika workshop ini dilaksanakan untuk menambah ilmu bapak ibu pamong SMK Tamansiswa Jetis Yogyakarta. Beliau berharap dengan adanya kegiatan tersebut nantinya bapak ibu pamong dapat fokus untuk mengimplementasikan dalam pembelajaran.
“Mudah-mudahan workshop ini dapat membawa, mengembangkan, dan memajukan SMk Tamansiswa Jetis menuju sekolah yang berkualitas dan berkarakter,” ungkap Bu Kristiyani.
Bapak Drs. Fx. Supriyanto, M.Ds menjelaskan jika sinergi antara SMK dengan industri elemen itu adalah kunci sukses utama teaching factory. Teaching factory akan menjadi sarana penghubung untuk kerja sama dengan industri. Guru-guru yang diperintahkan untuk magang bertujuan untuk mendalami lagi bagaimana dunia industri itu. jadi, sebelum sekolah melepaskan siswa untuk praktik kerja lapangan (PKL) harus bisa memberikan bekal ilmu yang cukup untuk digunakan saat melaksanakan PKL di dunia industri nantinya.

Narasumber dari PT. Kampoong Monster Indonesia mengatakan jika pada jurusan DKV yang menjadi tujuan utama dari SMK PK peserta didiknya harus bisa menghasilkan produk. Produk yang dimaksud adalah hasil produk tentang barang atau jasa dalam bentuk desai, skema, karya tulis, karya seni, karya lainnya.
Di hari kedua workshop narasumber pertama Bapak Drs. Fx. Supriyono, M.Ds menyampaikan materi untuk mendukung bapak ibu pamong dalam menyusun pembelajaran berbasis industri. Beliau menjelaskan tentang bagaimana mencipatakan pembelajaran kolaboratif.
Bapak Supriyono di hari ketiga menyampaikan bahwa pembelajaran berbasis projek dilaksanakan melalui projek yang merupakan order dari dunia kerja, atau kreativitas guru dan murid dalam menghasilkan produk unggulan SMK. Berdasarkan order, sekolah melaksanakan analisis untuk memastikan apakah pekerjaan dapat dilaksanakan atau tidak, dengan memperhatikan penguasaan kompetensi (capaian pembelajaran) murid dan guru, serta fasilitas sekolah.
Jika berdasarkan analisis pekerjaan dapat dilaksanakan, selanjutnya dilakukan persiapan dan pelaksanaan pembelajaran. Proses pembelajaran menyatu pada proses produksi/layanan jasa. Secara kontekstual, murid diberikan pengalaman belajar pada situasi yang nyata dengan suasana dunia kerja.
Pembelajaran berisikan beberapa atau seluruh kompetensi pada satu mata pelajaran atau antar mata pelajaran SMK sesuai projek. Murid belajar mulai dari menganalisis spesifikasi dan persyaratan produk (barang/jasa) order dari dunia kerja/permintaan pasar, perencanaan dan proses produksi, evaluasi proses, penilaian hasil produksi, penjaminan mutu produk, pemasaran, distribusi, hingga pelayanan purna jual (layanan setelah jual-beli).
Atau mengisi manual form dibawah :