SMK Tamansiswa Jetis Yogyakarta Gelar In House Training (IHT) Implementasi Kurikulum Merdeka SMK Pusat Keunggulan


Share berita ini melalui :
Diterbitkan pada : Agustus 24, 2022 - 14:18 Wib
SMK Tamansiswa Jetis Yogyakarta Gelar In House Training (IHT) Implementasi Kurikulum Merdeka SMK Pusat Keunggulan
Narasumber dari BBPPMPV kota Yogyakarta Bapak Kartiman, M.Sn dan Bapak Khumaidi Usman, S.E,. M.Pd

Seiring berkembangnya zaman tentu juga akan mempengaruhi dunia pendidikan, begitu juga dengan kurikulum yang diterapkan di sekolah tak terkecuali SMK Tamansiswa Jetis Yogyakarta. Kurikulum terbaru yakni kurikulum merdeka adalah sebuah pembaruan dari kurikulum yang diterapkan sebelumnya. Kini banyak terdapat perbedaan dalam penerapan sistemnya dibanding kurikulum sebelumnya. Untuk itu tentu perlu diadakan yang namanya perkenalan terhadap sistem baru ini terhadap guru.

Berbarengan dengan jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) yang baru saja mendapatkan statusnya sebagai Program SMK Pusat Keunggulan, maka SMK Tamansiswa Jetis Yogyakarta melaksanakan In House Training (IHT) Kurikulum Merdeka selama 10 hari dimulai sejak hari Selasa, 9 Agustus 2022. Acara diselenggarakan di Aula SMK Tamansiswa Jetis Yogyakarta dan diikuti oleh semua guru mata pelajaran terutama guru kelas X.

Acara yang diadakan selama 10 hari ini dibuka oleh Ibu Kristiyani, M.Pd selaku kepala SMK Tamansiswa Jetis Yogyakarta dan dihadiri oleh narasumber dari Dinas Pendidikan dan Pengantar Pembelajaran Kurikulum Merdeka Provinsi DIY dan juga dihadiri oleh BBPPMPV Seni & Budaya

Ibu Kristiyani, M.Pd selaku kepala sekolah mengatakan jika IHT ini bertujuan untuk menyiapkan dan mematangkan pemahaman guru SMK Tamansiswa Jetis terkait Kurikulum Merdeka yang akan diterapkan di sekolah pada tahun ajaran 2022/2023.

“Kurikulum dengan pembelajaran instrakurikuler lebih beragam. Guru bebas, siswa bebas sesuai minat dan bakat anak. Keunggulan kurikulum merdeka itu lebih sederhana, lebih merdeka, lebih relevan dan interaktif,” ungkap Drs. Bachtiar Nurhidayat selaku pemateri hari pertama.

Menurut Drs. Kartiman, M. S.n implementasi kurikulum merdeka bertujuan untuk memulihkan pembelajaran. Siswa akan menghasilkan produk yang berkaitan dengan pembelajarannya. Pada kurikulum merdeka softkill anak akan semakin terasah, terarah serta terpelihara.

Hari kedua kegiatan IHT pemateri mengatakan jika kebijakan orientasi SMK adalah memperkuat kemitraan, memperkuat kompetensi softkill dan memperkuat kualitas SDM. Keuntungan SMK Tamansiswa sebagai Sekolah Pusat Keunggulan ( SMK PK ) yaitu akan terjadi percepatan pencapaian lulusan berkarakter, meningkatkan nilai mutu pendidikan, meningkatkan kompetensi keahlian kepala sekolah dan masih banyak lagi.

Drs. Kartiman, M.S.n selaku pemateri dari BBPPMPV Seni & Budaya menjelaskan mengenai capaian pembelajaran (CP) sampai menjadi modul ajar yang akan digunakan para guru untuk mengajar siswa di kelas. Beliau membimbing semua guru mulai dari membedah CP menjadi tujuan pembelajaran (TP) kemudian diubah menjadi alur tujuan pembelajarn (ATP) dan menghasilakn modul ajar.

Para guru SMK Tamansiswa Jetis Yogyakarta antusias mengikuti kegiatan IHT tersebut meskipun harus pulang sore bahkan sampai malam. Mereka semangat untuk belajar dan mempelajari bagaimana cara kerja kurikulum merdeka. Kegiatan IHT dihari terakhir diakhiri dengan pengumpulan tugas para guru menjadi satu file yang akan menjadi laporan untuk SMK PK.